When Lebaran, there were many changes in diet and activity. Various dishes are presented, generally bersantan high cholesterol and fat. "It should be noted is the fat intake. Most of the fat will raise cholesterol levels, trigliseride and narrowing of blood vessels. As a result, blood flow less smoothly. This can trigger heart disease, "Dr. Aulia Syawal Clearly SpJP to Sripo some time ago when the cardiologist pertamuan in Palembang.
So, how should the diet during and after Lebaran? Clearly, a normal diet is to eat every three hours. "Do not let an empty stomach," anjurnya.
The sidelines of a big meal, to eat fruit or snack. "If eating every three hours is usually no problem. Lebaran even including the time. "The problem is, those who are regularly eating every three hours, would not be eating too much. You see, her stomach is never completely empty. While those who do not follow the diet three hours, usually eat too much when your stomach is empty.
Perform Stretching
In terms of fitness, after Lebaran stomach usually filled foods relatively awake condition, now a bit chaotic. If the condition of the body down and get food that is relatively less healthy, would be easy to attack the disease. "To stay fit, you should plan carefully Lebaran. Especially for the forth. Especially, if going home with a private vehicle, "said Dr. Irvanuddin SpKO the Science Studies Program FK Unsri Sports Medicine.
When back around, usually on the streets Terhadang congestion, especially those with private vehicles or public buses. As a result, the journey can take 10 hours or even more. "Keep trying to eat every 3 hours. While drinking, should not once more. A little but often. Eg 100-150 cc every half hour. This makes us not have too often given the difficulty of seeking pee urinal in the journey.
From the physical aspect, "often better to do stretching in a vehicle. Minimum of 2 hours once to avoid the rigidity of the muscles and joints. If it had come down from the vehicle, the better. "I can jog a minute or stretching. Because the blood must flow smoothly from the bottom up. "There are a lot of stretching model. "Think of it like stretching on a chair. So, starting the neck muscles to leg muscles, including the hands, driven. "
To stretch my legs for too long the clutch, for example, do stand-squat movement. "The goal of stretching is that muscles are not rigid. Essentially, muscles tensed and then dilemaskan, the left side and right side, "said Irvan. Make a count of 10 to one side, then count to 10 the other side, could be a set or two sets.
If fitness continue to be maintained, although the food was not too awake for back forth, actually there is no problem.
Selasa, 29 September 2009
Sabtu, 19 September 2009
Kamis, 07 Mei 2009
Keripik Singkong
Pilih singkong yang bagus. Setelah singkong dikupas,
1. Rajang singkong dengan ketebalan yang rata , sebaiknya pakai mesin rajang yang sdh banyak terdapat dipasaran spy ketebalan rata ( kalau kesulitan beli mesinnya saya siap bantu ).
2. Rendam dengan air garam secukupnya atur spy gak keasinan bila perlu kasih bumbu bawang spy enak selama 12 jam.
3.Tiriskan, biarkan kering tanpa dijemur.
4. Siapkan 2 wajan yg satu dengan minyak yang gak terlalu panas (+/- 90 derajat C), yg satunya lagi minyak yg panas ( +/- 150 derajat C).
5. Goreng singkong yg sdh kering ke wajan pertama sampai terlihat pinggiran singkong sedikit mengembang.
6. Kemudian diangkat langsung dimasukkan wajan yg ke2 yg panas. Aduk sampai semua singkok mengembang sempurna.
7. Tiriskan minyaknya , bungkus setelah dingin.
1. Rajang singkong dengan ketebalan yang rata , sebaiknya pakai mesin rajang yang sdh banyak terdapat dipasaran spy ketebalan rata ( kalau kesulitan beli mesinnya saya siap bantu ).
2. Rendam dengan air garam secukupnya atur spy gak keasinan bila perlu kasih bumbu bawang spy enak selama 12 jam.
3.Tiriskan, biarkan kering tanpa dijemur.
4. Siapkan 2 wajan yg satu dengan minyak yang gak terlalu panas (+/- 90 derajat C), yg satunya lagi minyak yg panas ( +/- 150 derajat C).
5. Goreng singkong yg sdh kering ke wajan pertama sampai terlihat pinggiran singkong sedikit mengembang.
6. Kemudian diangkat langsung dimasukkan wajan yg ke2 yg panas. Aduk sampai semua singkok mengembang sempurna.
7. Tiriskan minyaknya , bungkus setelah dingin.
Food Exhibition 2009
Food Exhibition 2009 Makuhari Messe, Chiba dibuka pada tanggal 2 Maret 2009 dan terbuka untuk umum 3 – 6 Maret 2009. Foodex ini merupakan salah satu pameran makanan terbesar di dunia yang diikuti oleh 2.300 perusahaan dari 60 negara termasuk dari Indonesia yang diwakili oleh 7 pengusaha UKM makanan olahan/tradisional dari Indonesia. Ketujuh perusahaan Indonesia yaitu PT. Niramas Utama, PT. Safeline Indonesia, CV. Sumber Mas Internasional, PT. Ika Food Putramas, Kusuma Women Cooperative, PT. Celebes Minapratama dan Bali Coffe & Food.
Keikutsertaan Indonesia dalam Food Exhibition 2009 di Jepang merupakan pertamakalinya yang dikelola oleh KBRI secara aktif serta didukung oleh BPEN dan ITPC mencoba untuk mempertahankan pasar yang telah ada. Berbagai product Indonesia sudah dikenal di Jepang seperti ikan kayu yang diproduksi oleh PT. Celebes Minapratama, Nata de Coco dan Kokita. Untuk nata de coco yang selama ini hanya dipasarkan ke Jepang dalam bentuk bahan dasarnya saja sekarang sudah mulai memperkenalkan National Branding (Innaco).
Keikutsertaan Indonesia dalam Food Exhibition 2009 di Jepang merupakan pertamakalinya yang dikelola oleh KBRI secara aktif serta didukung oleh BPEN dan ITPC mencoba untuk mempertahankan pasar yang telah ada. Berbagai product Indonesia sudah dikenal di Jepang seperti ikan kayu yang diproduksi oleh PT. Celebes Minapratama, Nata de Coco dan Kokita. Untuk nata de coco yang selama ini hanya dipasarkan ke Jepang dalam bentuk bahan dasarnya saja sekarang sudah mulai memperkenalkan National Branding (Innaco).
Sosis, kornet, dan nuggets
Makanan sosis, kornet, dan nuggets nikmat dan lezat. Makan untuk sarapan, teman makan siang atau malam sama nikmat dan lezatnya. Nikmatilah kelezatan olahan limbah makanan tulang-belulang ini selama belum ada larangan resmi dari Pemerintah RI. Isi pernyataan ini memang akan menimbulkan pertanyaan lanjutan, dan inilah membuat saya terkejut. Ketiga makanan itu ternyata merupakan makanan sehari-hari yang praktis dengan citarasa yang mengundang selera semua umur penikmat. Mengapa mesti ada larangan terhadap ketiga jenis makanan yang enak dan lezat, selama efek negatifnya belum ditemukan? Simaklah isi pernyataan berikut ini.
Sebenarnya pemerintah harus mulai memperkuat agroindustri perunggasan tradisional peternakan itik sebagai penyeimbang. Kelembagaan peternakan rakyat ini sebenarnya sudah amat kuat. Hanya alokasi modal dan fasilitas lain tidak pernah tertuju ke mereka, sebab mereka bukan penguasaha yang punya kapling dalam Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia. Jika para peternak itik yang sudah massal pun tak tersentuh perhatian pemerintah, ayam kampung lebih tak terperhatikan lagi. Rakyat memang harus tabah dalam menerima Petaka
Sodom dan Gomora modern berupa wabah flu burung, demikian isi pernyataan F. Rahardi, wartawan, penyair, penulis artikel “Petaka Sodom dan Gomora”, Kompas, Jumat 19/1.
Sebenarnya pemerintah harus mulai memperkuat agroindustri perunggasan tradisional peternakan itik sebagai penyeimbang. Kelembagaan peternakan rakyat ini sebenarnya sudah amat kuat. Hanya alokasi modal dan fasilitas lain tidak pernah tertuju ke mereka, sebab mereka bukan penguasaha yang punya kapling dalam Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia. Jika para peternak itik yang sudah massal pun tak tersentuh perhatian pemerintah, ayam kampung lebih tak terperhatikan lagi. Rakyat memang harus tabah dalam menerima Petaka
Sodom dan Gomora modern berupa wabah flu burung, demikian isi pernyataan F. Rahardi, wartawan, penyair, penulis artikel “Petaka Sodom dan Gomora”, Kompas, Jumat 19/1.
Sayuran, Buah, dan Kacang-kacangan
Bagian-bagian tanaman (sayur, buah, maupun kacang-kacangan) dapat terkontaminasi oleh banyak mikroorganisme (bakteri, jamur, yeast, protozoa, parasit, maupun pathogen lainnya) jika kondisi tempat tumbuh tersebut sesuai baginya.
Tanaman dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme karena mengandung karbohidrat, protein, maupun pH dan Aw yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme. Tanaman mumnya mengandung karbohidrat tinggi dan pH 5-7. Buah mengandung karbohidrat tinggi dan pH 4,5 atau dibawahnya, mengandung asam organic dan beberapa minyak essensial sebagai anti mikrobia. Kacang-kacangan melindungi kulitnya dengan Aw rendah (0,7).
Mikroorganisme pada sayuran dapat berasal dari berbagai sumber, seperti tanah,air, udara, hewan, peralatan, maupun sumber lainnya tergantung dari tipe sayurnya.. Daun lebih banyak terkontaminasi oleh mikroorganisme dari udara, sedangkan umbi lebih banyak terkontaminasi dari tanah.
Jumlah dan tipe mikrobia juga bervariasi, tergantung kondisi lingkungan dan kondisi pertanian, serta pemanenan. Sayur umumnya terkontaminasi 103-5 mo/cm2 atau 104-7 mo/g. Bakteri utama seperti bakteri asam laktat, Corynebacterium, Enterobacter, Proteus, Pseudomonas, Mocrococcus, Enterococcus, dan spora-spora lain. Bakteri patogen usus dapat masuk ke sayur, khususnya jika sampah, hewan, manusia, air yang tercemar digunakan untuk fertilisasi dan irigasi, yaitu: Lis.monocytogenes, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Clo. botulinum, dan Clo. Perfringens. Jamur yang mengkontaminasi sayur, seperti Alternaria, Fusarium, dan Aspergillus. Mikrobia dapat menyebabkan perbedaan tipe perkecambahan dan penyakit pada tanaman, seperti Listeriosis dan botulism. Mikrobia juga dapat digunakan dalam proses fermentasi alami pada sayuran, seperti sauerkraut oleh bakteri asam laktat.
Buah-buahan juga dapat terkontaminasi oleh jamur, yeast, maupun bakteri. Mikroorganisme pada buah dapat berasal dari udara, tanah, insekta, dan peralatan panen. Buah umumnya mengandung 103-6 mo/g. Selama pemanenan dan pengolahan, patogen mampu bertahan, tumbuh, dan menyebabkan penyakit pada buah; perbedaan perkecambahan oleh jamur, yeast, dan bakteri; dan yeast dapat menghasilkan alkohol sebagai hasil fermentasi alami.
Mikroorganisme pada kacang-kacangan dapat berasal dari tanah dan udara, air, alat, juga dapat berasal dari hal lain selama pengolahan. Kacang mentah dan kacang yang telah dimasak memiliki 103-4 mo/g dengan Bacillus dan spora Clostridium, Leuconostoc, Pseudomonas, dan Micrococcus.Jamur pada kacang dapat menghasilkan toksin, salah satunya micotoxin (seperti toksin yang dihasilkan oleh strain jamur Aspergillus flavus berupa aflatoksin).
Tanaman dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme karena mengandung karbohidrat, protein, maupun pH dan Aw yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme. Tanaman mumnya mengandung karbohidrat tinggi dan pH 5-7. Buah mengandung karbohidrat tinggi dan pH 4,5 atau dibawahnya, mengandung asam organic dan beberapa minyak essensial sebagai anti mikrobia. Kacang-kacangan melindungi kulitnya dengan Aw rendah (0,7).
Mikroorganisme pada sayuran dapat berasal dari berbagai sumber, seperti tanah,air, udara, hewan, peralatan, maupun sumber lainnya tergantung dari tipe sayurnya.. Daun lebih banyak terkontaminasi oleh mikroorganisme dari udara, sedangkan umbi lebih banyak terkontaminasi dari tanah.
Jumlah dan tipe mikrobia juga bervariasi, tergantung kondisi lingkungan dan kondisi pertanian, serta pemanenan. Sayur umumnya terkontaminasi 103-5 mo/cm2 atau 104-7 mo/g. Bakteri utama seperti bakteri asam laktat, Corynebacterium, Enterobacter, Proteus, Pseudomonas, Mocrococcus, Enterococcus, dan spora-spora lain. Bakteri patogen usus dapat masuk ke sayur, khususnya jika sampah, hewan, manusia, air yang tercemar digunakan untuk fertilisasi dan irigasi, yaitu: Lis.monocytogenes, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Clo. botulinum, dan Clo. Perfringens. Jamur yang mengkontaminasi sayur, seperti Alternaria, Fusarium, dan Aspergillus. Mikrobia dapat menyebabkan perbedaan tipe perkecambahan dan penyakit pada tanaman, seperti Listeriosis dan botulism. Mikrobia juga dapat digunakan dalam proses fermentasi alami pada sayuran, seperti sauerkraut oleh bakteri asam laktat.
Buah-buahan juga dapat terkontaminasi oleh jamur, yeast, maupun bakteri. Mikroorganisme pada buah dapat berasal dari udara, tanah, insekta, dan peralatan panen. Buah umumnya mengandung 103-6 mo/g. Selama pemanenan dan pengolahan, patogen mampu bertahan, tumbuh, dan menyebabkan penyakit pada buah; perbedaan perkecambahan oleh jamur, yeast, dan bakteri; dan yeast dapat menghasilkan alkohol sebagai hasil fermentasi alami.
Mikroorganisme pada kacang-kacangan dapat berasal dari tanah dan udara, air, alat, juga dapat berasal dari hal lain selama pengolahan. Kacang mentah dan kacang yang telah dimasak memiliki 103-4 mo/g dengan Bacillus dan spora Clostridium, Leuconostoc, Pseudomonas, dan Micrococcus.Jamur pada kacang dapat menghasilkan toksin, salah satunya micotoxin (seperti toksin yang dihasilkan oleh strain jamur Aspergillus flavus berupa aflatoksin).
Mikroorganisme pangan
Mikroorganisme pangan dibagi menjadi :
1. Mikroorganisme indikator
Merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu, yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme hazardous (berbahaya) dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen. Misalnya E. coli tipe I, coliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higinis, termasuk keberadaan patogen tertentu. Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air.
2. Mikroorganisme patogen
Mikroorganisme penyebab food-borne infection dan desease atau intoksikasi seperti Salmonella spp., Clostridium botulinum dan Staphylococcus aureus.
3. Mikroorganisme pembusuk (spoilage)
Mencakup bakteri, khamir (yeast) dan kapang (mould) yang menyebabkan perubahan tidak dikehendaki pada penampakan visual, bau, tekstur atau rasa suatu makanan. Mikroorganisme ini dikelompokkan berdasarkan tipe aktivitasnya, seperti proteolitik, lipolitik, dll. atau berdasarkan kebutuhan hidupnya seperti termofilik, halofilik, dll.
Bakteri :
- Uniseluler, sel dapat tumbuh bergabung dengan sel-sel lainnya membentuk cluster, rantai, batang (rod), filamen, atau tingkat bakteria yang lebih tinggi (Actinomycetales) yang berupa miselium.
- Memiliki dinding sel yang rigid (kaku) yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk karakteristiknya seperti : coccus (bundar), basilus (batang), vibrio (koma), spiral maupun filamen.
Klasifikasi bakteri berdasarkan morfologi :
1. Cocci atau Sphere (bundar) :
- Sel bundar dengan diameter normal antara 0.5 – 2 mm.
- Reproduksi dengan pembelahan biner.
- Biasanya saling bergabung membentuk cluster seperti micrococci dan staphylococci atau rantai seperti streptococci.
1. Mikroorganisme indikator
Merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu, yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme hazardous (berbahaya) dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen. Misalnya E. coli tipe I, coliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higinis, termasuk keberadaan patogen tertentu. Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air.
2. Mikroorganisme patogen
Mikroorganisme penyebab food-borne infection dan desease atau intoksikasi seperti Salmonella spp., Clostridium botulinum dan Staphylococcus aureus.
3. Mikroorganisme pembusuk (spoilage)
Mencakup bakteri, khamir (yeast) dan kapang (mould) yang menyebabkan perubahan tidak dikehendaki pada penampakan visual, bau, tekstur atau rasa suatu makanan. Mikroorganisme ini dikelompokkan berdasarkan tipe aktivitasnya, seperti proteolitik, lipolitik, dll. atau berdasarkan kebutuhan hidupnya seperti termofilik, halofilik, dll.
Bakteri :
- Uniseluler, sel dapat tumbuh bergabung dengan sel-sel lainnya membentuk cluster, rantai, batang (rod), filamen, atau tingkat bakteria yang lebih tinggi (Actinomycetales) yang berupa miselium.
- Memiliki dinding sel yang rigid (kaku) yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk karakteristiknya seperti : coccus (bundar), basilus (batang), vibrio (koma), spiral maupun filamen.
Klasifikasi bakteri berdasarkan morfologi :
1. Cocci atau Sphere (bundar) :
- Sel bundar dengan diameter normal antara 0.5 – 2 mm.
- Reproduksi dengan pembelahan biner.
- Biasanya saling bergabung membentuk cluster seperti micrococci dan staphylococci atau rantai seperti streptococci.
BHMN
Sejak 1 Januari 2000, Universitas Gadjah Mada ditetapkan menjadi Universitas berbadan hukum milik negara (BHMN) berdasarkan peraturan pemerintah No. 153/2000. Maka sejak itu terjadi perubahan tatanan di semua bidang secara bertahap termasuk organisasi mulai dari tingkat universitas sampai pada fakultas.
Senin, 27 April 2009
Fakultas Teknologi Pertanian UGM
Fakultas Teknologi Pertanian UGM tidak lahir begitu saja, tetapi melalui suatu pemikiran yang berawal dari suatu rapat Dewan Guru pada awal tahun 1960-an di Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM pada saat itu (pada waktu itu Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM mempunyai tiga organisasi staf pengajar yaitu Dewan Guru, Dewan Dosen, dan Koordinator Assisten). Rapat bersifat membahas instruksi/perintah Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang pada intinya supaya Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM dipecah menjadi tiga fakultas dengan tujuan untuk menambah jumlah Fakultas Eksakta sehingga perbandingan Eksakta : Sosial humaniora meningkat.
Dibentuklah tim yang mempersiapkan berdirinya FTP UGM yang bertugas antara lain mendefinisikan teknologi pertanian, menyusun kurikulum, menetapkan tenaga pengajar, dan mengiventarisasi mahasiswa.
Organ di lingkungan Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM yang bergabung menjadi Fakultas Teknologi Pertanian UGM adalah Jurusan Teknologi Pertanian dengan seksi-seksinya dan Jurusan Kultur Teknik dengan seksi-seksinya. Seksi Biokimia di Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM saat itu tidak bergabung dengan Fakultas Teknologi Pertanian.
Dibentuklah tim yang mempersiapkan berdirinya FTP UGM yang bertugas antara lain mendefinisikan teknologi pertanian, menyusun kurikulum, menetapkan tenaga pengajar, dan mengiventarisasi mahasiswa.
Organ di lingkungan Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM yang bergabung menjadi Fakultas Teknologi Pertanian UGM adalah Jurusan Teknologi Pertanian dengan seksi-seksinya dan Jurusan Kultur Teknik dengan seksi-seksinya. Seksi Biokimia di Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM saat itu tidak bergabung dengan Fakultas Teknologi Pertanian.
Langganan:
Postingan (Atom)