Kamis, 07 Mei 2009

Keripik Singkong

Pilih singkong yang bagus. Setelah singkong dikupas,
1. Rajang singkong dengan ketebalan yang rata , sebaiknya pakai mesin rajang yang sdh banyak terdapat dipasaran spy ketebalan rata ( kalau kesulitan beli mesinnya saya siap bantu ).

2. Rendam dengan air garam secukupnya atur spy gak keasinan bila perlu kasih bumbu bawang spy enak selama 12 jam.

3.Tiriskan, biarkan kering tanpa dijemur.

4. Siapkan 2 wajan yg satu dengan minyak yang gak terlalu panas (+/- 90 derajat C), yg satunya lagi minyak yg panas ( +/- 150 derajat C).

5. Goreng singkong yg sdh kering ke wajan pertama sampai terlihat pinggiran singkong sedikit mengembang.

6. Kemudian diangkat langsung dimasukkan wajan yg ke2 yg panas. Aduk sampai semua singkok mengembang sempurna.

7. Tiriskan minyaknya , bungkus setelah dingin.

Food Exhibition 2009

Food Exhibition 2009 Makuhari Messe, Chiba dibuka pada tanggal 2 Maret 2009 dan terbuka untuk umum 3 – 6 Maret 2009. Foodex ini merupakan salah satu pameran makanan terbesar di dunia yang diikuti oleh 2.300 perusahaan dari 60 negara termasuk dari Indonesia yang diwakili oleh 7 pengusaha UKM makanan olahan/tradisional dari Indonesia. Ketujuh perusahaan Indonesia yaitu PT. Niramas Utama, PT. Safeline Indonesia, CV. Sumber Mas Internasional, PT. Ika Food Putramas, Kusuma Women Cooperative, PT. Celebes Minapratama dan Bali Coffe & Food.

Keikutsertaan Indonesia dalam Food Exhibition 2009 di Jepang merupakan pertamakalinya yang dikelola oleh KBRI secara aktif serta didukung oleh BPEN dan ITPC mencoba untuk mempertahankan pasar yang telah ada. Berbagai product Indonesia sudah dikenal di Jepang seperti ikan kayu yang diproduksi oleh PT. Celebes Minapratama, Nata de Coco dan Kokita. Untuk nata de coco yang selama ini hanya dipasarkan ke Jepang dalam bentuk bahan dasarnya saja sekarang sudah mulai memperkenalkan National Branding (Innaco).

Sosis, kornet, dan nuggets

Makanan sosis, kornet, dan nuggets nikmat dan lezat. Makan untuk sarapan, teman makan siang atau malam sama nikmat dan lezatnya. Nikmatilah kelezatan olahan limbah makanan tulang-belulang ini selama belum ada larangan resmi dari Pemerintah RI. Isi pernyataan ini memang akan menimbulkan pertanyaan lanjutan, dan inilah membuat saya terkejut. Ketiga makanan itu ternyata merupakan makanan sehari-hari yang praktis dengan citarasa yang mengundang selera semua umur penikmat. Mengapa mesti ada larangan terhadap ketiga jenis makanan yang enak dan lezat, selama efek negatifnya belum ditemukan? Simaklah isi pernyataan berikut ini.

Sebenarnya pemerintah harus mulai memperkuat agroindustri perunggasan tradisional peternakan itik sebagai penyeimbang. Kelembagaan peternakan rakyat ini sebenarnya sudah amat kuat. Hanya alokasi modal dan fasilitas lain tidak pernah tertuju ke mereka, sebab mereka bukan penguasaha yang punya kapling dalam Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia. Jika para peternak itik yang sudah massal pun tak tersentuh perhatian pemerintah, ayam kampung lebih tak terperhatikan lagi. Rakyat memang harus tabah dalam menerima Petaka
Sodom dan Gomora modern berupa wabah flu burung, demikian isi pernyataan F. Rahardi, wartawan, penyair, penulis artikel “Petaka Sodom dan Gomora”, Kompas, Jumat 19/1.

Sayuran, Buah, dan Kacang-kacangan

Bagian-bagian tanaman (sayur, buah, maupun kacang-kacangan) dapat terkontaminasi oleh banyak mikroorganisme (bakteri, jamur, yeast, protozoa, parasit, maupun pathogen lainnya) jika kondisi tempat tumbuh tersebut sesuai baginya.

Tanaman dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme karena mengandung karbohidrat, protein, maupun pH dan Aw yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme. Tanaman mumnya mengandung karbohidrat tinggi dan pH 5-7. Buah mengandung karbohidrat tinggi dan pH 4,5 atau dibawahnya, mengandung asam organic dan beberapa minyak essensial sebagai anti mikrobia. Kacang-kacangan melindungi kulitnya dengan Aw rendah (0,7).

Mikroorganisme pada sayuran dapat berasal dari berbagai sumber, seperti tanah,air, udara, hewan, peralatan, maupun sumber lainnya tergantung dari tipe sayurnya.. Daun lebih banyak terkontaminasi oleh mikroorganisme dari udara, sedangkan umbi lebih banyak terkontaminasi dari tanah.

Jumlah dan tipe mikrobia juga bervariasi, tergantung kondisi lingkungan dan kondisi pertanian, serta pemanenan. Sayur umumnya terkontaminasi 103-5 mo/cm2 atau 104-7 mo/g. Bakteri utama seperti bakteri asam laktat, Corynebacterium, Enterobacter, Proteus, Pseudomonas, Mocrococcus, Enterococcus, dan spora-spora lain. Bakteri patogen usus dapat masuk ke sayur, khususnya jika sampah, hewan, manusia, air yang tercemar digunakan untuk fertilisasi dan irigasi, yaitu: Lis.monocytogenes, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Clo. botulinum, dan Clo. Perfringens. Jamur yang mengkontaminasi sayur, seperti Alternaria, Fusarium, dan Aspergillus. Mikrobia dapat menyebabkan perbedaan tipe perkecambahan dan penyakit pada tanaman, seperti Listeriosis dan botulism. Mikrobia juga dapat digunakan dalam proses fermentasi alami pada sayuran, seperti sauerkraut oleh bakteri asam laktat.

Buah-buahan juga dapat terkontaminasi oleh jamur, yeast, maupun bakteri. Mikroorganisme pada buah dapat berasal dari udara, tanah, insekta, dan peralatan panen. Buah umumnya mengandung 103-6 mo/g. Selama pemanenan dan pengolahan, patogen mampu bertahan, tumbuh, dan menyebabkan penyakit pada buah; perbedaan perkecambahan oleh jamur, yeast, dan bakteri; dan yeast dapat menghasilkan alkohol sebagai hasil fermentasi alami.

Mikroorganisme pada kacang-kacangan dapat berasal dari tanah dan udara, air, alat, juga dapat berasal dari hal lain selama pengolahan. Kacang mentah dan kacang yang telah dimasak memiliki 103-4 mo/g dengan Bacillus dan spora Clostridium, Leuconostoc, Pseudomonas, dan Micrococcus.Jamur pada kacang dapat menghasilkan toksin, salah satunya micotoxin (seperti toksin yang dihasilkan oleh strain jamur Aspergillus flavus berupa aflatoksin).

Mikroorganisme pangan

Mikroorganisme pangan dibagi menjadi :

1. Mikroorganisme indikator
Merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu, yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme hazardous (berbahaya) dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen. Misalnya E. coli tipe I, coliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higinis, termasuk keberadaan patogen tertentu. Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air.

2. Mikroorganisme patogen
Mikroorganisme penyebab food-borne infection dan desease atau intoksikasi seperti Salmonella spp., Clostridium botulinum dan Staphylococcus aureus.

3. Mikroorganisme pembusuk (spoilage)
Mencakup bakteri, khamir (yeast) dan kapang (mould) yang menyebabkan perubahan tidak dikehendaki pada penampakan visual, bau, tekstur atau rasa suatu makanan. Mikroorganisme ini dikelompokkan berdasarkan tipe aktivitasnya, seperti proteolitik, lipolitik, dll. atau berdasarkan kebutuhan hidupnya seperti termofilik, halofilik, dll.

Bakteri :
- Uniseluler, sel dapat tumbuh bergabung dengan sel-sel lainnya membentuk cluster, rantai, batang (rod), filamen, atau tingkat bakteria yang lebih tinggi (Actinomycetales) yang berupa miselium.
- Memiliki dinding sel yang rigid (kaku) yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk karakteristiknya seperti : coccus (bundar), basilus (batang), vibrio (koma), spiral maupun filamen.

Klasifikasi bakteri berdasarkan morfologi :
1. Cocci atau Sphere (bundar) :
- Sel bundar dengan diameter normal antara 0.5 – 2 mm.
- Reproduksi dengan pembelahan biner.
- Biasanya saling bergabung membentuk cluster seperti micrococci dan staphylococci atau rantai seperti streptococci.

BHMN

Sejak 1 Januari 2000, Universitas Gadjah Mada ditetapkan menjadi Universitas berbadan hukum milik negara (BHMN) berdasarkan peraturan pemerintah No. 153/2000. Maka sejak itu terjadi perubahan tatanan di semua bidang secara bertahap termasuk organisasi mulai dari tingkat universitas sampai pada fakultas.